Translate

Friday, June 17, 2011

Pantaskah Nama Haji Dipakai Sebagai Gelar


Kebiasaan Yang Harus Segera Ditinggalkan

Memakai Gelar HajiOrang Islam Indonesia pada umumnya jika selesai menunaikan Ibadah Haji, maka sering di panggil Pak Haji Fulan atau Ibu Hajah Fulanah, bahkan ada sebagian orang yang dengan sengaja menambahkan gelar Haji di depan namanya untuk penulisan dalam dokumen atau surat-surat penting dengan berbagai alasan, diantaranya ada yang mengatakan itu merupakan Syiar, supaya orang tertarik untuk segera mengikuti menunaikan ibadah haji, ada pula yg beralasan bahwa Ibadah Haji adalah Ibadah yang besar dan memerlukan biaya besar jadi orang tersebut merasa rugi kalau namanya tidak memakai gelar Haji/Hajah, atau jaman dulu masih sedikit orang yang mampu (dalam hal materi) mengeluarkan biaya untuk menunaikan Ibadah haji, sehingga jarang sekali orang yang bisa melaksanakan haji, maka jika pada suatu desa atau kampung ada orang Islam yang menunaikan Haji dan di kampungnya atau desanya hanya dia satu-satunya yang pernah menunaikan Haji, maka jika di kampung/desa itu di sebutkan Pak Haji (tanpa menyebut nama aslinya) maka sekampung/sedesa pasti tahu siapalah orang yang di maksud Pak Haji itu.

Padahal Ibadah Haji itu tidak berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain seperti : - Sahadat - Sholat - Puasa - Zakat - Haji

Ternyata Ibadah Haji itu merupakan salah satu dari rukun Islam yang diwajibkan Allah. Jadi jika ada orang menunaikan Haji terus namanya harus di tambahkan Haji, kalau begitu alasannya semestinya jika dia menunaikan ibadah-badah yang lain juga di tambahkan ke dalam namanya, seperti Zakat, puasa, Sholat dan Sahadat (mengapa cuma haji ??? yang dipakai sebagai gelar).
Adakah Rasulullah memakai gelar Haji, pernahkan anda dengar sahabat menggunakan gelar Haji juga (misal: Haji Nabi Muhammad SAW.; atau para sahabatnya Haji Umar Bin Khotob; Haji Abu Bakar; Haji Usman Bin Afan; Haji Ali Bin Abitholib), padahal beliau beberapa kali menunaikan Ibadah Haji. Jadi sebaiknya kita ikuti contoh Rasulullah dan para sahabatnya yang beliau tidak pernah menyandang gelar Haji. Semoga Haji Kita Jadi Mabrur (terhindar dari Riya dan terhindar dari niat kepada selain Allah).
Asal usul gelar Haji di mulai dari pulau Onrust
Disinilah 1 abad yg lalu pasien karantina Haji di tampung.
Apa sebab karantina haji ini diadakan? itu tak lain dan tak bukan disebabkan kekhawatiran Hindia Belanda karena biasanya setelah orang-orang berhaji pada masa itu, mereka menetap di Tanah Arab selama 3 bulan lamanya untuk belajar agama kepada ulama-ulama terkemuka. Dan sekembalinya dari Tanah Arab, muncul ide-ide baru untuk menentang penjajahan pemerintah Hindia Belanda. Pembaruan pemikiran. Itulah yang dikuatirkan kolonial Hindia Belanda.

Karena itulah dibangun karantina haji dengan alasan kamuflase, untuk menjaga kesehatan. Kadang saat ditemukan adanya jemaah haji yang dinilai berbahaya oleh pemerintah Hindia Belanda, diberi suntik mati dengan alasan beragam. Maka tak jarang banyak yang tidak kembali ke kampung halaman karena di karantina di pulau onrust dan cipir.

Untuk memudahkan pengawasan para jemaah haji, pemerintah Hindia Belanda memberikan cap (gelar) baru kepada mereka, yaitu “Haji”. Memang dari sejarahnya, mereka yang ditangkap, diasingkan, dan dipenjarakan adalah mereka yang memiliki cap haji. Ironis.. itulah asal muasal mengapa di negeri kita untuk mereka yang telah berhaji diberi gelar “haji”…. Jadi bertanya-tanya, pantaskah diberi gelar haji setelah mengetahui asal muasal gelar haji ini?
---------------          ------------
gelar haji bagi orang muslim yang pergi ke mekah untuk menunaikan ibadah naik haji ternyata hanya ada di indonesia dan malaysia,dinegara" lain tidak ada gelar haji untuk kaum muslimin yg telah melaksanakan ibadah haji tersebut,
gelar haji ini pertama kali dibuat oleh bangsa belanda yg wkt itu sedang menjajah indonesia, orang yang telah berangkat haji ke me'kah dan kembali lagi ke indonesia

oleh bangsa belanda di tandai di depan namanya dengan huruf " H " yang berarti orang tersebut telah naik haji ke mekah, pemberian gelar tersebut oleh bangsa belanda bukan tanpa maksud, hal ini dikarenakan kebanyakan orang indonesia yg menjadi penentang belanda pada waktu itu yg berani mengajak masyarakat untuk melawan belanda adalah orang" yang baru pulang dari me'kah tersebut, oleh karena itu belanda menandai orang" tersebut dengan huruf " H " di depan namanya, untuk memudahkan mencari orang tersebut apabila terjadi pembrontakan,

tp mengapa dizaman sekarang gelar haji itu menjadi seperti kebanggaan dan pembanding orang yg sudah mampu pergi haji dengan yg belum, bahkan ada beberapa orang yang apabila tidak dipanggil pak haji atau bu haji mereka marah, harusnya orang yg sudah pernah naik haji bisa merubah semua sifat buruk sewaktu ia belum naik haji menjadi kebaikan
nah itu gan sejarahnya gelar haji di indonesia, jadi kita harus berterimakasih kah kepada belanda ? agan" semua yg nilai

Yang jelas semua nama gelar,gelar agama,gelar pendidikan,gelar budaya tidak akan ditanyakan diakherat,yang ditanya adalah amal ibadahnya.

Semoga bermanfaat (:

4 comments:

  1. Sependapat dengan anda,,namun disini saya mendapat cerita lain dari asal muasal pemberian gelar tersebut.. bahwa belanda yang merupakan negara pedagang melihat celah bisnis dari ibadah tersebut.. maka dengan itu belanda mengadakan semacam KBIH kalau bahasa sekarang dan merupakan celah bisnis bagi belanda dengan diiming-imingi gelar haji.. yang ironisnya praktek tersebut masih berlaku sampai saat ini.. maaf kalau komen saya terlambat..

    ReplyDelete

Silahkan anda komentar tetapi tetep menjaga kesopanan dan tidak melakukan spam,

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com